WARTA

Peringati HBP ke 58, Lapas Bontang dan BNNK Bontang Gelar Tes Urine

BONTANG – Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-58 Hari Ulang Tahun (HUT) Pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bontang menggelar tes urin kepada petugas ataupun warga binaan yang menyalahgunakan narkoba ataupun zat adiktif,pada Jumat  8 April 2022.

Bertempat di klinik Lapas Bontang dengan menggunakan enam parameter tes untuk mengetahui kandungan zat yang menjadi penanda penggunaan narkoba, seperti kadar : Amphetamine (AMP), Metamphitamine ( MET), Cocaine (COC), Ganja (THC), Benzoat dan Morphine (MOP) dalam tubuh melalui urin yang sudah melalui tahap pemeriksaan.

Kegiatan ini bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kota Bontang (BNN Kota Bontang), diikuti seluruh jajaran mulai dari pejabat dan seluruh staf Lapas Bontang.

“Kegiatan tes urin bagi petugas dan warga binaan kami adalah bentuk sinergitas Kementerian Hukum dan HAM RI, bersama BNN bertujuan untuk memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke 58, kegiatan ini dilaksanakan di seluruh UPT Pemasyarakatan, inilah bukti komitmen kami bersama agar Lapas Bontang, dan Kota Bontang bersih dari narkoba,” jelas  Kepala Lapas Bontang.Ronny Widiyatmoko.

Kepala Lapas Kelas II Bontang Ronny Widiyatmoko (Kanan) bersama Kasi Pemberantasan BNN Kota Bontang, AKP Winaryo berkomitmen dalam memberantas Narkoba

Sementara  Kasi Pemberantasan BNN Kota Bontang, AKP Winaryo mengatakan pelaksanaan tes urin di Lapas Bontang adalah tindaklanjut dari kesepakatan kerjasama awal tahun 2021 lalu.

“Ini merupakan tindaklanjut daripada MoU tahun lalu, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan berkaitan dengan petugas dan warga binaan serta untuk menghindari isu negatif terkait peredaran gelan narkoba, maka kita laksanakan tes urin, semoga langkah ini dapat membantu mengurangi peredaran narkoba khususnya Bontang,” ungkapnya.

Sebanyak 137 orang dengan rincian 92 petugas dan 45 warga binaan telah dites urin dengan hasil negatif. Lapas Bontang akan terus meningkatkan pengawasan, pengendalian dan antisipasi penyalahgunaan narkoba, menerapkan Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju, yaitu deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, pemberantasan peredaran gelap narkoba, dan sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya menjadi senjata utama Pemasyarakatan dalam memerangi narkoba.(rls)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button