WARTA

Deteksi Dini Cegah Kebakaran, Lapas Bontang Monitoring Jaringan Kelistrikan

BONTANG – Lapas Kelas IIA Bontang meningkatkan kewaspadaan keamanan dan ketertiban. Terutama ketertiban kelistrikan di lingkungannya. Hal itu juga menindaklanjutin menindak lanjuti surat edaran Dirjen Pemasyarakatan Nomor : PAS-PR.02.02-57 tentang Penertiban Jaringan Listrik dan Peningkatan Kewaspadaan Keamanan dan Ketertiban serta surat edaran Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Kaltim Nomor : W18.UM.01.01-4649 tantang Penertiban Jaringan Listrik pada UPT Pemasyarakatan Se-Kaltim-Tara.

Untuk itu, Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Sat Ops Patnal) Lapas Bontang yang terdiri dari Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Seksi Administrasi Keamanan Dan Ketertiban (Kamtib) dan Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) di dampingi Regu Pengamanan melaksanakan gerak cepat monitoring dan penertiban menyusuri seluruh sudut instalasi listrik dalam bentuk apapun di wilayahnya pada Kamis (09/09/2021) usai pelaksanaan apel siang.

Pengecekan dimulai dari Genset yang terletak di depan bangunan dapur Lapas, kemudian dilanjutkan tim yang dipimpin Plh Ka. KPLP, Riza Mardani dan Kasi Kamtib Desman Situngkir  bersama tim menyusuri mengelilingi jalan geranggang pagar dalam Lapas yang terdapat jalur kelistrikan.

Kemudian dilanjutkan dengan bangunan kegiatan pembinaan Loundry, Baber Shop (pangkas rambut), seluruh sudut Blok hunian warga binaan kelompok Wanita (KW) maupun Warga Binaan Kelompok Laki-laki (KL) tanpa terkecuali baik rumah ibadah maupun bangunan lainnya.

Petugas melakukan pengecekan Genset. (ist)

Dari pantauan selama monitoring, Desman mengatakan, tidak menemukan beberapa titik jalur listrik yang memerlukan perbaikan dan perawatan. Bahkan kata dia, nantinya titik jalur kelistrikan yang rusak akan segera mendapat perbaikan.

“Hasil temuan kami ada jalur listrik yang sudah sangat memerlukan penggantian. Dan kami akan segera menindaklanjuti temuan-temuan tersebut dengan segera secepatnya melapor ke Kalapas,” ujarnya.

Sementara itu,  Kepala Lapas kelas IIA Bontang, Ronny Widiyatmoko mengatakan pemeriksaan dan penertiban instalasi listrik di blok itu untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan seperti yang terjadi di Lapas Kelas I Tanggerang.

“Kegiatan ini dilaksanakan upaya antisipasi, dengan satu per satu seluruh kamar hunian diperiksa, Warga binaan jangan mencoba untuk melakukan instalasi illegal di dalam kamar, kami akan terus memeriksa dan menertibkan secara rutin,”tegasnya.

Tidak hanya itu, Ronny juga menyampaikan segera memperbaiki jalur aliran listrik. Apabila ada yang harus dilakukan perbaikan. Meskipun kata dia, bangunan ini mulai beroperasi sejak tahun 2014 lalu, namun tetap saja harus ada monitoring perawatan dan pengawasan rutin.

“Kami segera melakukan perbaikan. Dan rutin melakukan monitoring pengawasan jaringan kelistrikan,” sebutnya.

 Selain jalur kelistrikan, dia menuturkan, pihaknya selalu meminta personel untuk memeriksa Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Apalagi, Lapas kelas II A Bontang sudah over kapasitas sekitar 300 persen. Jumlah warga binaan ada saat ini sudah mencapai 1311 warga binaan orang dalam Lapas dengan kapasitas standar 374 orang. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button