WARTA

Terapkan Fungsi Pemasyarakatan, Lapas Bontang Maksimalkan Layanan Wartelsuspas

BONTANG – Rasa kengen Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Bontang terhadap keluarga menjadi terobati. Terlebih rumaha tahanan yang berada di Bontang lestari itu menyediakan Warung Telekomunikasi Khusus Lembaga Pemasyarakatan (Wartelsuspas).

Bahkan yang sebelumnya hanya 27 bilik, kini menjadi 47. Mengingat ratusan WBP antusias menggunakan layananan terlekomunikasi tersebut. Terbukti pada Sabtu (28/08/2021) .

Pelayanan itu dilakukan setiap hari kerja dimulai pukul 09.00 – 12.00 Wita, setelah itu dilanjutkan pukul 15.00 – 17.00 Wita. Layanan itu membantu mengurus keperluan warga binaan berkaitan dengan keberadaan dirinya di dalam Lapas membutuhkan keluarga atau sanak saudara untuk keperluan seperti kepengurusan Cuti Bersyarat (CB) maupun Pembebasan Bersyarat (PB) dan urusan lainnya.

Kepala Lapas Kelas IIA Bontang  Ronny Widiyatmoko, yang didampingi Plh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan Ka. KPLP Riza Mardani mengatakan semua unit media telekomnikasi di Wartelsuspas berkerjasama dengan Aparat Penegak Hukum (APH), dimana semua nomor alat Telekominikasi HP sudah didaftarkan ke pihak APH.

Bahkan kata dia  dalam pelaksanaannya tetap dalam pengawasan untuk menghindari gangguan Keamanan dan Ketertiban serta peredaran jaringan penggelapan Narkoba.

Bukan itu saja, pihaknya juga mengoptimalisasi menjalankan fungsi pelayanan komonikasi sekaligus terus melakukan pembenahan menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), dengan dasar 3 (tiga) Kunci Pemasyarakatan Maju yang di tekankan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Irjen. Pol. Drs. Reynhard Saut Poltak Silitonga, S.H., M.Si yaitu

“Deteksi Dini Gangguan Keamanan dan Ketertiban, Berantas Narkoba, dan Sinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH),” paparnya.

Dia menyebutkan  WBP yang menggunakan fasilitas sarana telekomunikasi ini mencapai 60 hingga 70 orang lebih. Memang lanjut dia,  keberadaan Wartelsuspas di dalam Lapas ini disambut baik oleh para warga binaan, pada umumnya mereka merasa sangat terbantu dengan adanya telepon umum yang durasi harga permenitnya cukup terjangkau.

“Setiap harinya pada waktu yang sudah terjadwal, para warga binaan dari berbagai blok mengantri untuk memadati ruangan secara teratur dengan prosedur pengaman cukup ketat,” ungkapnya kepada media ini. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button