WARTA

Deteksi Dini, Lapas Bontang Gelar Rajia Mendadak di Setiap Blok Hunian

BONTANG– Komitemen Lapas kelas IIA Bontang dalam melakukan pengamanan dan deteksi barang terlarang terus dilakukan. Bahkan melalui bidang pengamanannya yakni Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Sat Ops Patnal)  melakukan rajia isidentil blok hunian kamar secara mendadak.

Rajia itu langsung diinstruksikan Kepala Lapas Kelas IIA Bontang Ronny Widiyatmoko, yang dimulai mulai pukul 17.30 hingga 18.30 Wita pada Kamis  (19/08/2021).

Dalam rajia mendadak itu, petugas menemukan 5 Batrai  – 2 keping obat tablet, – 5 alat cukur- 1 paket alat game dadu, 2 pipa besi- 2 cermin, 3 kaleng besi- 1 Ikat pinggang – 1 tali gulung -2  gelang besi – 3 korek gas, 3 peniti, dan 1 sajam. Sedangkan untuk barang narkoba, dan alat komonikasi ponsel tidak ditemuan oleh petugas saat merazia.

Ronny Widiyatmoko didampingi Plh Ka KPLP Riza Mardani mengungkapkan selain untuk memastikan tidak ada peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas. Kata dia, kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan No. : PAS – 126.PK.02.10.01 Th 2019 tanggal 04 Februari 2019 tentang langkah-langkah progresif dan serius pemberantasan alat komunikasi/ponsel di Lembaga Pemasyarakatan.

 “Sesuai dengan instruksi Dirjen Pemasyarakatan yaitu 3 kunci sukses Pemasyarakatan yakini, deteksi dini, sinegritas dengan aparat penegak hukum, dan berantas narkoba,” tegasnya.

Dirinya pun menegaskan siap bersinergi dan bekerjasama dengan aparat penegak hukum (APH) lainnya apabila ada dugaan atau indikasi penyalahgunaan maupun pengendalian narkoba dari dalam Lapas. Bahkan pihaknya tak segan memberikan sanksi tegas bagi warga binaan maupun petugas yang terlibat dalam peredaran narkoba.

Ronny pun mengingatkan kepada WBP agar tidak melanggar tata tertib Lapas terutama kepemilikan ponsel dan mewajibkan WBP untuk memanfaatkan Wartelsuspas yang telah disediakan sebagai sarana komunikasi dengan pihak keluarga.

“Barang hasil razia penggeledahan selanjutnya akan kami data, diinventarisir dan diamankan untuk dimusnahkan, sebagai bentuk komitmen kami untuk selalu siaga dalam pemberantasan peredaran gelap narkoba, “paparnya usai memberi pengarahan kepada warga binaan usai razia. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button