PARIWARA

Bantuan PKH, Dewan Minta Ketua RT Adil Mendata

BONTANG – Komisi I DPRD Kota Bontang menerima keluhan terkait bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang pembagiannya dianggap tidak tepat sasaran.

Atas dasar itulah, Komisi l DPRD Bontang mengelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM), di lantai 3 gedung DPRD Bontang, pada Selasa (13/4/2021).

Anggota Komisi l, Abdul Haris meminta agar tingkatan paling bawah yakni RT harus berperan secara adil, dalam memberikan data-data warganya yang sekiranya berhak mendapat bantuan tersebut.

“Jangan sampai yang seharusnya berhak menerima, tapi tidak dapat,” katanya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menuturkan kelurahan sebagai garda terdepan yang menangani verifikasi data-data warganya harus benar-benar valid sebelum dikirim ke tingkat yang lebih tinggi lagi, yakni Dinsos-PM.

“Kami khawatirkan, yang berhak untuk dapat ternyata tidak terverifikasi. Jadi petugas itu seharusnya mendatangi warganya. Karena warga itu masih banyak yang buta dengan sistem,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos-PM Bontang, Abdu Safa Muha mengatakan jika ada masyarakat yang sudah dapat. Ditahap selanjutnya tidak dapat, itu disebabkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diinput mengalami invalid.

Padahal kata dia, di kelurahan sudah memvalidasi data tersebut dengan baik. Sudah disinkronkan antara NIK yang di KTP dan yang diinput. Namun tiba di tingkat provinsi yang berkolaborasi dengan Kemensos, berubah lagi NIK itu.

“Itu sebabnya data invalid, itu yang pertama. Yang kedua, bisa jadi data yang digunakan sistem PKH adalah asas kepala rumah tangga. Ada rumah tangganya yang valid, dia pernah satu KK dengan yang mendapat program yang sama. Maka itu bisa juga jadi pemicu gagal menerima bantuan,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam RDP ini turut dihadiri lurah seluruh lurah dan Camat di Kota Bontang.(Adv/Rah)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button