WARTA

Perangi Narkoba, Lapas Bontang Gelar Rajia Gabungan Polri dan BNNK Mendadak

BONTANG – Tahanan Lapas Kelas II A Bontang mendadak panik. Bagaimana tidak, mereka tiba tiba disambangi para petugas gabungan. Badan digeledah. Kamar mereka diperiksa. Satu demi satu dengan teliti.


Kegiatan tersebut merupakan inspeksi mendadak (Sidak) yang digelar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Bontang dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-57 sekaligus deteksi dini keamanan dan ketertiban serta Pencegahan dan Pemberantasan Peredaran Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkona (P4GN.

Bekerjasama dengan Polres Bontang dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang. Mereka memastikan warga binaan pemasyarakatan (WBP) tidak membawa barang terlarang ke blok tahanan. Sebelum pemerikasaan digelar apel, pengarahan singkat (briefing), lantas eksekusi lapangan.


“Razia ini sifatnya melaksanakan instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan Reynhard Silitonga, yang memberi instruksi untuk dapat melaksanakan bersama aparat penegak hukum untuk memberantas narkoba dan barang terlarang lainnya,”kata Kalapas Bontang, Ronny Widiyatmoko.


Ronny Widiyatmoko mengatakan, ini merupakan tindak lanjut dari pemeriksaaan tes urine yang dilakukan awal tahun sebelumnya. Kata dia, ada tiga aspek utama dalam penanganan keamanan dan ketertiban pada Lapas yaitu Deteksi Dini, Pemberantasan Narkoba, dan Sinergitas. Dirinya pun menyebutkan pelaksanaan rajia ini tidak ada yang mengetahui.
“Kami minta mereka apel dan langsung sidak,” sebutnya.


Berdasarkan pemeriksaan petugas mengamankan sejumlah barang. Yakni ponsel, rokok, kaleng, gesper, dan pemantik api. Adapun petugas yang melakukan pemeriksaaan dibagi 5 tim.


Mereka menyusuri tiap blok di Lapas Bontang. Yang jumlahnya 7 blok. Yakni Naru Baru, Nusantara 1, Nusantara 2, Nusantara 3, Nusa Hijau. Dengan akumulasi 74 kamar.

Masing-masing kamar berisi 13-30 orang. Tergantung kapasitas ukuran kamar. Blok perempuan, Nusa Indah, tidak disisir. Lantaran tidak ada petugas perumpuan yang ikut dalam sidak ini. “Kan tidak etis kalau kami (petugas laki-laki) menggeledah blok perempuan,”imbuhnya.(*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button