PARIWARA

Potensi PAD Bertambah, Sumaryono Dukung Pemkot Libatkan Ormas dalam Pengelolaan Parkir

BONTANG – Pengelolan parkir terus menjadi perbincangan semua pihak. Apalagi selama ini pendapatan asli daerah (PAD) dari jasa parkir itu belum maksimal. Untuk itu, Anggota Komisi II DPRD Sumaryono menyetujui pemkot menggandeng organisasi masyarakat (Ormas) dalam hal pengelolaannya.

Sumaryono mengatakan,  kerjasama tersebut berpotensi bisa menambah PAD. Apalagi, di  2020, retribusi parkir terbilang minim. Hanya 46,59 persen atau Rp 150 juta. Harusnya, pemkot Bontang bisa belajar ke belajar ke Solo, Jawa Tengah. Di sana, sejak 20 tahun lalu, pengelolaan parkir sudah diserahkan ke pihak ketiga.

“Tentu pemkot akan meraup keuntungan, arahnya jelas. Dan bisa menciptakan ketertiban dan rapi,”terangnya belum lama ini. 

Sementara, potensi konflik seperti pemerasan disaat ormas mengelola parkir hanya anggapan sebagian masyarakat. Dia menekankan, ormas yang mengelola ditekankan agar tidak melakukan pemaksaan.

Dan harus melaksanakan tugas secara profesional. Terlebih, memiliki karcis dan petugas diberikan seragam atau rompi resmi saat bertugas.

“Nantinya masyarakat akan sadar kewajibannya kalau diberikan karcis. Apalagi motornya disusun rapi dan dipakaikan penutup. Sehingga kendaraannya tidak kepanasan,”beber politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Apabila petugas tak memiliki karcis, maka  pengendara berhak menolak.Dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) harus memberikan imbaun terkait parkir tersebut

“Nah, diberikan spanduk himbauan.Pastinya masyarakat akan bisa mengerti,” tutupnya.(Adv/kor)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button