MEREKAWARTA

Imbas Harga Kedelai Meroket, Harga Tahu dan Tempe Naik

BONTANG – Naiknya harga kacang kedelai impor di awal 2021 berdampak besar pada penjualan tahu dan tempe di pasaran. Tak heran, menaikkan harga jual menjadi cara untuk mendapatkan laba. Ketimbang, mengurangi porsi ukuran menjadi lebih kecil. Hal ini diungkapkan Salah satu perajin tahu tempe di Kota Bontang Mudawan saat ditemui, Selasa (5/1/2021).

Mudawan mengatakan, sebelum menaikkan harga pihaknya melakukan diskusi dulu bersama konsumen. Dari situ, mereka memilih harga saja yang dinaikan daripada memperkecil ukuran.

“Mau dinaikan harga atau dikurangi porsi,”tanya mudawan kepada pembeli.

Dia menyebutkan kenaikan harga variatif, mulai Rp 500 sampai Rp1.000 per potong. Harga tempe yang semula Rp8.000 menjadi Rp 9.000 per potong. Sedangkan harga tahu sebelumnya Rp 3.500 menjadi Rp. 4.000.

“Pembeli langganan biasanya kan beli perkaleng. Nah 1 kaleng biasanya Rp 80 ribu sekarang naik jadi Rp 85 ribu,sebutnya.

Pabrik tahu yang berdiri sejak tahun 1990 itu memiliki pelanggan tetap yang terbilang banyak. Menghindari kehilangan pembeli, Mudawam lebih memilih menjaga kualitas dari tahu tempe itu sendiri.

Kata dia, kacang kedelai merupakan komponen yang menyumbang sekitar 70 persen dari biaya produksi tahu dan tempe. Dalam produksi ia mengaku bisa menghabiskan 10 karung kacang kedelai.

“Satu karung kedelai itu beratnya 50 kg dan harga sebelumnya Rp 360 ribu sekarang naik jadi Rp 490 ribu,”keluhnya.

Meski naiknya harga tahu dan tempe,  lanjut dia tidak mengurangi minat pembeli.Bahkan dia mengaku, naiknya kedelai tidak membuatnya rugi. Hanya saja keuntungan nyaris tak didapat.

“Untungnya hampir gak ada. Bulan ini hanya kembalikan modal. Sebulan kita bisa rugi sampai Rp 30 juta rupiah,”imbuhnya.(Rah)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button