WARTA

Resahkan Warga, BKSDA Survei Lokasi Buaya Di Loktuan

BONTANG – Kerap muncul di permukaan, buaya di kawasan Loktuan, Bontang Utara ini meresahkan warga. Bagaimana tidak, di  2020 enam kasus penyerangan buaya terhadap manusia. Termasuk, bocah 12 tahun yang terjadi pada hari Rabu (30/12/2020) lalu.

Hal ini menjadi perhatian Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bontang.Rencananya, akan menindak lanjuti terkait banyaknya kasus tersebut.

Dengan langkah awal melakukan survei. Untuk memastikan, apakah buaya yang menyerang bocah itu, saban hari muncul di kawasan Selambai Loktuan.

“Masih tunggu laporan masyarkat. Jika diperlukan, kami akan lakukan Penanganan, menangkap buaya dan memindahkan ke habitat yang jauh dari pemukiman,”kata Petugas Pengendalian Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Kaltim, Rido saat dikonfirmasi  media ini, Jumat (1/1/2021).

Dia meminta kepada masyarakat agar tetap mematuhi imbauan yang telah dipasang disetiap sudut pesisir di kawasan Selambai.

“Apalagi di kawasan itu memang ekosistem mereka,”imbuhnya.

Lebih lanjut, Rido memaparkan terdapat beberapa faktor dugaan, mengapa buaya di perairan pesisir Selambai, Loktuan kerap muncul di kawasan pemukiman warga.Kata dia, bisa saja kekurangan makanan.  

“Disitukan sudah banyak pembangunan. Mulai dari rumah warga dan perusahaan,”sebutnya.

Disinggung soal penangkaran buaya yang belakangan, Rido menilai hal itu belum efektif.Apalgi memerlukan biaya yang cukup tinggi.  

“Kalau penangkaran, itu juga susah. Lantaran habitat asli dari buaya itu”terang Rido.(Rah)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button