WARTA

Terbit Larangan Perayaan Tahun Baru, Pedagang Kurangi Pasokan Jagung

BONTANG – Menjelang pergantian tahun semua orang tak ingin melewatkan momen tersebut. Tak heran, perayaan di malam pergantian tahun itu menjadi membudaya di Indonesia.

Tetapi, momen kali ini berbeda dari biasanya. Kemeriahan yang identik dengan melakukan  pesta  bakar jagung, kembang api, dan tiup trompet itu menjadi perayaan yang tak semeriah tahun sebelumya. Pasalnya, wabah covid-19 belum menurun.

Hadirnya, imbauan untuk tidak merayakan malam pergantian tahun pun sudah  dikelurkan  Gubernur Kaltim Isran Noor, melalui surat edaran yang bernomor 440/7874/0641-ll/B.KESRA.

Larangan itu, berdampak pada pedagang jagung. Minim pembeli.Imbasnya, para pedagang tak ingin menyediakan jagung yang melimpah. Lantaran takut merugi melihat kondisi seperti ini.

Salah satu pedagang Jagung Lina mengaku setiap malam pergantian tahun ia menjual jagung manis. Namun tahun ini,  hanya menjual Jagung dalam jumlah sedikit saja. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang melimpah.

“Kami pedagang gak bisa ambil banyak jagung karena takutnya malah merugi karena biasanya kan, bakar jagung itu kalau orang-orang pada kumpul.Nah saat ini dilarang,” Jelas pedagang jagung, yang berlokasi di Jalan Juanda, Kelurahan Tajung Laut Indah saat ditemui, Kamis (31/12/2020).

Dia menyebutkan, hanya menyediakan 1500 buah dengan harga jual Rp 2 ribu rupiah. Berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya yang mampu menjual hingga 3500 buah jagung.

“Gak berani ambil banyak, Mbak. Ini aja belum tentu habis,” imbuhnya.

Sementara, salah satu pembeli jagung Surianto mengatakan, Ia membeli Jagung hanya untuk konsumsi sehari-hari saja.Bukan untuk perayaan pergatian tahun. Karena dirinya sadar akan himbauan pemerintah agar menyambut 2021 tidak melakukan keramaian.

“Mungkin saya sekeluarga hanya di rumah saja tidak ada acara,”sebutnya. (Rah)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button