NIAGA

Libur Pilkada, Menaker: Pekerja yang Masuk Berhak Upah Lembur

Hari pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020, pada hari ini Rabu (9/12) telah ditetapkan sebagai hari libur bagi Pekerja/Buruh.

Ketetapan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) yang telah diterbitkan Menteri Ketenaga Kerjaan (Menaker) Ida Fauziah bernomor M/14/HK.04/XII/2020.

Diketahui, SE ini ditujukan kepada Gubernur seluruh Indonesia guna mengingatkan kepada pengusaha agar Pekerja/Buruh yang tetap dipekerjaan saat hari H Pilkada, wajib dibayar dengan upah lembur.

Menariknya, ketentuan ini berlaku di seluruh wilayah termasuk daerah-daerah yang tidak sedang melaksanakan Pilkada. Sebab, 9 Desember 2020 telah ditetapkan sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2020.

“Begitupun dengan pekerja atau buruh yang daerahnya tidak melaksanakan pilkada dan tetap harus masuk kerja, maka pelaksanaan hak-haknya sama, yakni berhak atas upah kerja lembur dan hak-hak lainnya,” ujarnya melalui salinan keterangan tertulis yang diterima redaksi dialektis.co.

Meski tetap memperbolehkan bekerja dengan ketentuan bayar lebur. Menaker menekankan pengusaha untuk memberikan kesempatan bagi Pekerja/Buruh untuk pergi ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak suaranya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Saat ini kita masih dalam situasi pandemi Covid-19. Selalu patuhi protokol kesehatan secara ketat, agar kita tetap produktif dan aman dari Covid-19,” pesannya. (Yud/DT)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button